A. Pengertian
Hari Akhir
Yang dimaksud dengan Hari Akhir adalah kehidupan yang kekal sesudah
kehidupan dunia yang fana ini berakhir termasuk proses dan peristiwa yang
terjadi pada Hari itu, mulai dari kehancuran alam semesta dan seluruh isinya
serta berakhirnya seluruh kehiduan (Qiyamah), kebangkitan seluruh umat manusia
dari alam kubur (Ba’ats), dikumpulkannya seluruh umat manusia di padang Mahsyar
(Hasyr), perhitungan seluruh amal perbuatan tersebut untuk mengetahui
perbandingan amal baik dan amal buruk (Wazn), sampai kepada pembalasan dengan
surga atau neraka (Jaza’).
Akan tetapi pembahasan tentang Hari Akhir dimulai dari pembahasan tentang
alam kubur karena peristiwa kematian sebenarnya sudah merupakan kiamat kecil
(Al-Qiyamah As-Sughra), dan juga karena orang-orang yang sudah meninggal dunia
telah memasuki bagian dari proses transisi dari kehidupan di dunia menuju
kehidupan di akhirat. Alam transisi tersebut dinamai dengan alam Barzakh.
Disamping istilah Hari Akhir (Al-Yaum Al-Akhir), Al-Qur’an juga menggunakan
istilah atau nama-nama lain, yang masing-masing nama menunjukkan peristiwa,
keadaan atau suasana yang akan dialami oleh umat manusia dalam proses menuju
kehidupan yang abadi tersebut. Nama-nama itu adalah :
·
Yaumul Barzakh ( يَوْمُ الْبَرْزَخ) yaitu
masa penantian sebelum terjadinya hari kiamat besar (kiamat kubra). Firman
Allah dalam surat al-Mukminun ayat 100
Artinya
:
Dan di
hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan (Q.S.al-Mukminun :
100)
·
Yaumul Ba’ats (Hari kebangitan dari Alam Kubur) يَوْمُ الْبَعْثِ
Firman
Allah dalam surat al-Mujadalah ayat 6
Artinya
:
Pada
hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada
mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal
perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan
segala sesuatu.(Q.S. al-Mujadalah : 6)
·
Yaumul Hasyr (Hari Berkumpul di padang
Mahsyar) يَوْمُ الْحَشْرِ
Firman
Allah dalam surat al-An’am ayat 22
Artinya
:
Dan
(ingatlah), hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya kemudian
Kami berkata kepada orang-orang musyrik: "Di manakah sembahan-sembahan
kamu yang dahulu kamu katakan (sekutu-sekutu Kami)?". (Q.S. al An’am : 22)
·
Yaumul Hisab (Hari Perhitungan/Pemeriksaan) يَوْمُ الْحِسَابِ
Firman
Allah dalam surat al-Insyiqaq ayat 8
Artinya
:
Maka
dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. (Q.S. al Insyiqaq : 8)
·
Yaumul Mizan (Hari Pertimbangan Amal) يَوْمُ الْمِيْزَانِ
Firman
Allah dalam surat al-Anbiya’ : 87
Artinya
:
Dan
(ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia
menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia
menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang
berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah
termasuk orang-orang yang zalim”. (Q.S.al Anbiya’ : 87)
·
Yaumul Jaza (Hari Pembalasan) يَوْمُ الْجَزَاءِ
Firman
Allah dalam surat al-Mukmin : 17
Artinya
: Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya.
Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.
(Q.S. al Mukmin : 17)
Sedangkan istilah Al-Yaum
Al-Akhir terdapat antara lain dalam surat Al-Baqarah ayat 177 :
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Artinya : “Kebajikan itu
bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan
tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman keada Allah, hari Akhir,
Malaikat-Malaikat, Kitab-Kitab dan Nabi-Nabi…” (Al-Baqarah 2:177)
B. Macam-Macam
Hari Akhir
1. Kiamat Sughra atau Kiamat Kecil
Yaitu berupa kejadian
atau musibah yang terjadi di alam ini, seperti kematian setiap saat, banjir
bandang, angin beliung, gunung meletus, gempa bumi, peperangan, kecelakaan
kendaraan, kekeringan yang kepanjangan, hama tanaman yang merajalela. Keseluruhan
rangkaian kejadian tersebut di atas ditinjau dari segi aqidah merupakan
peringatan dari Allah. Bagi umat yang beriman hal ini merupakan peringatan dan
ujian. Sedangkan bagi umat yang ingkar/kafir merupakan siksaan atau azab Allah
swt.
Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 155-156 :
Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 155-156 :
“Dan sungguh akan Kami
berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta,
jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang
sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,
"Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". (Q.S. al Baqarah ayat
155-156)
Firmannya Allah surat
ali-Imran ayat 137:
“Sesungguhnya telah
berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka
bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan
(rasul-rasul).”(Q.S. ali Imran ayat 137)
2.
Kiamat
Kubro
Yaitu masa kehancuran
seluruh alam semesta secara masal dan berakhirnya kehidupan alam dunia serta
hari mulai dibangkitkannya semua manusia yang sudah mati sejak zaman Nabi Adam
sampai manusia terakhir, untuk menjalankan proses kehidupan berikutnya, sebagaimana
dijelaskan dalam al-Quran surat al-Zalzalah ayat 1-5.
Artinya :
Apabila bumi
digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan
beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya: "Mengapa
bumi (jadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena
sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. (Q.S.
al Zalzalah :1-5)
C.
Tanda-Tanda Hari Akhir
· Terbitnya matahari dari arah barat dan
terbenam dari arah timur. Hal ini terjadi karena perubahan besar dalam susunan
alam semesta.
· Keluarnya suatu binatang yang sangat
aneh. Binatang ini dapat bercakap-cakap kepada semua orang dan menunjukkan
kepada manusia bahwa kiamat sudah sangat dekat.
·
Datangnya Al-Mahdi. Beliau termasuk
keturunan dari Rasulullah SAW. Oleh karena itu, beliau serupa benar akhlak dan
budi pekertinya dengan Rasulullah SAW.
·
Munculnya Dajal. Dajal adalah seorang
yang muncul sebagai tanda semakin dekat datangnya kiamat. Dajal bermata buta
sebelah dan mengaku sebagai “Tuhan”.
·
Hilang dan lenyapnya Al-Qur’an dan
mushaf, hafalan dalam hati. Bahkan lenyap pulalah yang ada di dalam hati
seseorang.
·
Berkumpulnya manusia, seperti
selamatan kelahiran, khitanan, perkawinan, ulang tahun, dll. Akan tetapi tidak
pernah sedikit pun dijalankan perintah-perintah-Nya serta dijauhi larangan-Nya.
·
Turunnya Nabi Isa as. Beliau akan
turun ke bumi ini di tengah-tengah merajalela pengaruh Dajal.
D. Balasan
Amal Baik dan Amal Buruk
1.
Balasan amal baik
Bila kita berbuat amal
baik kita akan mendapat ganjaran dan masuk surga. Bila kita disurga kita merasa
tenang disana. Ini adalah gambaran disurga :
ü Di dalam surga terdapat sungai-sungai dan mata air yang mengalir.
ü Luas surga seluas langit dan bumi.
ü Penghuni surga mempunyai istri yang suci.
ü Di dalam surga tidak merasa lelah.
ü Di dalam surga merasa bersaudara dan tidak ada perkataan yang
sia-sia.
ü Salam adalah ucapan penghormatan di dalam surga.
Berikut ini
adalah nama-nama surga :
§ Firdaus
§ ‘And
§ Darur Qarar
§ Ma’wa
§ Darussalam
§ Khuldi
§ Na’im
2.
Balasan amal buruk
Apabila seseorang
mengerjakan amal jelek (buruk) maka akan mendapatkan siksa dari Allah SWT dan
akan dimasukkan ke dalam neraka.
Gambaran neraka
seperti di bawah ini :
o
Minuman berupa air yang mendidih dan
tidak melegakan.
o
Makanan berupa pohon yang berduri dan
tidak mengenyangkan.
o
Dijaga oleh malaikat yang keras dan
bengis.
o
Suara api neraka gemuruh, menakutkan,
dan memekakkan telinga.
o
Manusia yang berdosa dan iblis menjadi
kayu bakar.
o
Neraka adalah tempat kembali yang
seburuk-buruknya.
Nama-nama neraka :
§ Jahanam
§ Wail
§ Huthamah
§ Sa’ir
§ Saqar
§ Jahim
§ Hawiyah
E. Hikmah
Beriman Pada Hari Akhir
Ø Menunjukkan betapa pentingnya iman kepada Hari
Akhir itu dalam ajaran islam.
Ø Dengan adanya penggambaran yang detail tentang
surga dan neraka dengan segala kenikmatan dan siksaannya, seseorang akan
terdorong untuk merasakan kenikmatan itu, dan takut untuk merasakan kenikmatan
itu, dan takut untuk merasakan siksaan.
Ø Dengan seringnya disebutkan masalah iman kepada
Hari Akhir, maka hal itu akan bisa mengingatkan orang-orang yang sering terlupa
dan lalai dalam kehidupannya karena terpengaruh dengan segala kesenangan hidup
di dunia.
Ø Dengan menyebutkan masalah Hari Akhir secara detail
di harapkan dapat mematahkan argumentasi para penentangnya atau mematahkan
dalil-dalil yang sebenarnya tidak ilmiah dari orang-orang yang tidak percaya
dengan adanya Hari Akhir.
Ø
Menambah iman serta ketaqwaan kepada
Allah SWT.
Ø
Lebih taat kepada Allah dan Rasulullah
SAW dengan menghindarkan diri dari perbuatan maksiat.
Ø
Senantiasa hidup dengan hati-hati,
waspada, dan selalu meminta ampunan kepada Allah SWT.
Ø
Memberi motivasi untuk beramal dan
beribadah karena segala perbuatan baik akan mendapat balasan di akhirat.
Ø
Selalu menghiasi diri dengan berzikir
kepada Allah SWT sehingga jiwa menjadi tenang.
Sumber-sumber :
v Tim
Abdi Guru, 2007, Ayo Belajar Agama Islam IX, Jakarta : Erlangga.
v Drs.
Soepardjo, S.Ag., Drs. Ngadiyanto, 2004, Mutiara Akhlak dalam PAI IX,
Solo : Tiga Serangkai.
v Achmadi
Wahid, Masrun, 2007, Pendidikan Agama Islam IX, Jakarta : Ganeca.
v Tim Arafah, 2006, Pendidikan Agama Islam 3,
Semarang : Aneka Ilmu.
http://www.saefudin.info/2009/05/iman-kepada-hari-akhir.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar